Jangan
Sakiti Hatiku
Di sebuah sekolah Dina
menempuh pendidikan dan disitu juga ia menemukan seorang laki-laki yang kini
menjadi kekasihnya. Sering kali Dina merasa ada keanehan pada hubungannya kali
ini, ia merasa berada di antara dua pilihan, memilih untuk mundur tetapi Dina
masih sayang, namun memilih bertahan tetapi ia merasa tidak nyaman. Hal seperti
itu dirasakan Dina karena cintanya tak sebanding dengan keremukan hatinya yang
dihancurkan kekasihnya yang sering kali bermesraan dengan cewek lain meskipun
di depan Dina, kekasihnya bernama Niko, tetapi Dina memanggilnya dengan sebutan
“sayang” . Dina lebih memilih diam dan tak mau buka mulut kepada Niko tentang
kelakuan kekasihnya yang menyakiti hati Dina,
ia ingin Niko merasa sadar diri dengan kelakuannya yang buruk. Di
sela-sela pertemuannya dengan Niko di sebuah mall, Dina terus berdiam diri
tanpa mengucap kata apapun, hingga pada saat makan di sebuah tempat makan dalam
mall Niko belum juga merasa dirinya telah berbuat salah, Niko hanya bertanya pada
Dina “kamu kenapa dari tadi cuma diam aja sih yang??” Dina tetap saja tutup
mulut “ada yang salah yaa dari aku!??, apa kamu gak suka dengan tempat ini?”
Dina merasa ingin membentak Niko tetapi ia juga ingin Niko sadar, dengan wajah
sedikit tertekuk Dina menahan kesabarannya.
“Kita
cari tempat yang asik yuk, biar gak ngebosenin dengan suasana kayak gini” kata
Niko sambil meraih tangan Dina yang terpangku diatas meja makan, Dina merasa
kesal dan menolak ajakan tangan Niko dengan tarikan kasar. Niko terkejut dengan
sikap kekasihnya yang aneh itu, selama menjalin hubungan Niko belum pernah
merasakan kasarnya sikap Dina, “looh, kok kamu gitu sih sama aku yang?” tanya
Niko heran sambil menatap mata Dina, “jawaab sayaang!!?” sambung Niko berubah
menjadi kasar kepada Dina karena tak ada satu pun kata-kata yang keluar dari
mulut Dina. Suasana diam sejenak dengan Niko menunggu jawaban dan Dina tetap
diam. Saat itu juga Dina sudah merasa kemarahannya memuncak, dengan tatapan
mata Dina yang tajam kearah Niko, ia membantingkan tangannya kea rah meja makan
dengan keras ”braakk!!”, Niko terkejut dengan hal yang dilakukan Dina sekaligus
malu kepada orang sekitar yang kebetulan suasananya sangat ramai pengunjung
mall. Niko segera meraih tangan Dina dengan cepat dan tak mempedulikan raihan
tangannya membuat tangan Dina merasa sakit.
Niko
mengajak Dina berjalan melalui lift ke lantai 2 dan duduk di sebuah kursi
panjang dibawah tiang penyangga gedung.
“Kenapa sikap kamu kali ini sangat aneh sama aku??!!”, bentak Niko pada Dina,
tanpa memikirkan kesabarannya lagi Dina menampar pipi Niko dan disambung dengan
bentakan “Apa kamu tak sadar dengan tingkahmu itu?!! Dasar cowok tak punya
perasaan!!”, Niko terdiam sambil kebingungan dengan kata-kata Dina ”maksudnya
apa sih yang??” tanya Niko kemudian dengan heran. Dina terkejut dengan
pertanyaan Niko yang masih belum merasa bersalah meski Dina sudah mengeluarkan
kekesalannya. Dengan tamparan yang kedua, Dina menangis di depan Niko “aku
kecewa sama kamu, kenapa kamu tak menyadari kesalahanmu yang udah menyakitiku,
kamu berani bermesraan dengan cewek lain di depanku tanpa memikirkan
kedudukanku sebagai kekasihmu!! DIMANA HATIMU!!!” kata Dina dengan air mata
yang membasahi pipinya. Niko tak menyangka kalau Dina akan menangis di depannya
karena kelakuannya sendiri, Niko tertunduk memikirkan apa yang sedang terjadi
di depannya, dan disaat yang sama Dina juga tertunduk menangis.
Niko
segera meraih tangan Dina dengan perlahan, “maafin semua sikapku, aku merasa
bersalah sama kamu, seharusnya kejadian ini tidak boleh terjadi, aku menyesal
sudah tak memikirkan perasaanmu sedikit pun, maafin aku yang” kata Niko sambil
memohon kepada Dina yang masih saja menangis, “semudah itu kamu meminta maaf
sama aku, tapi kenapa sulit sekali kamu menyadari kesalahanmu, aku sudah sangat
kecewa sama kamu!” jawab Dina dengan rintihan tangis, Niko hanya terdiam seolah
menyesali semua yang terjadi. “Dulu kamu berjanji sama aku akan menjaga
perasaanku, tapi apa yang kamu lakuin sekarang sudah membuktikan kalau semua itu
omong kosong, aku sayang sama kamu, aku cuma ingin kamu bisa jaga perasaanku”
terang Dina pada Niko yang tertunduk diam. “kali ini aku serius berjanji sama
kamu gak akan nyakitin perasaan kamu, kalau itu sampai terjadi lagi sama kamu,
kamu boleh putusin aku saat itu juga, tapi tolong untuk saat ini beri aku
kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku, aku minta maaf” kata Niko
dengan suara pelan. Dina pun memaafkan semua kesalahan Niko “aku mau
memaafkanmu tapi aku gak akan maafin kamu lagi sampai hal itu terjadi lagi,
tolong jangan sakiti hatiku lagi” kata Dina sambil menatap Niko. “aku berjanji
hal ini tak kan terulang lagi” kata Niko sambil mengusap air mata dipipi Dina
yang membuat Dina sekaligus tersenyum kembali pada Niko. Niko menawarkan kelingkingnya
pada Dina dan di terima oleh Dina dengan memeluk kelingking Niko dengan
kelingkingnya, yang kemudian Niko memeluk erat tubuh Dina sambil berkata “Aku
Sayang Kamu”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar