Senin, 06 Mei 2013


Jangan Sakiti Hatiku

            Di sebuah sekolah Dina menempuh pendidikan dan disitu juga ia menemukan seorang laki-laki yang kini menjadi kekasihnya. Sering kali Dina merasa ada keanehan pada hubungannya kali ini, ia merasa berada di antara dua pilihan, memilih untuk mundur tetapi Dina masih sayang, namun memilih bertahan tetapi ia merasa tidak nyaman. Hal seperti itu dirasakan Dina karena cintanya tak sebanding dengan keremukan hatinya yang dihancurkan kekasihnya yang sering kali bermesraan dengan cewek lain meskipun di depan Dina, kekasihnya bernama Niko, tetapi Dina memanggilnya dengan sebutan “sayang” . Dina lebih memilih diam dan tak mau buka mulut kepada Niko tentang kelakuan kekasihnya yang menyakiti hati Dina,  ia ingin Niko merasa sadar diri dengan kelakuannya yang buruk. Di sela-sela pertemuannya dengan Niko di sebuah mall, Dina terus berdiam diri tanpa mengucap kata apapun, hingga pada saat makan di sebuah tempat makan dalam mall Niko belum juga merasa dirinya telah berbuat salah, Niko hanya bertanya pada Dina “kamu kenapa dari tadi cuma diam aja sih yang??” Dina tetap saja tutup mulut “ada yang salah yaa dari aku!??, apa kamu gak suka dengan tempat ini?” Dina merasa ingin membentak Niko tetapi ia juga ingin Niko sadar, dengan wajah sedikit tertekuk Dina menahan kesabarannya.

            “Kita cari tempat yang asik yuk, biar gak ngebosenin dengan suasana kayak gini” kata Niko sambil meraih tangan Dina yang terpangku diatas meja makan, Dina merasa kesal dan menolak ajakan tangan Niko dengan tarikan kasar. Niko terkejut dengan sikap kekasihnya yang aneh itu, selama menjalin hubungan Niko belum pernah merasakan kasarnya sikap Dina, “looh, kok kamu gitu sih sama aku yang?” tanya Niko heran sambil menatap mata Dina, “jawaab sayaang!!?” sambung Niko berubah menjadi kasar kepada Dina karena tak ada satu pun kata-kata yang keluar dari mulut Dina. Suasana diam sejenak dengan Niko menunggu jawaban dan Dina tetap diam. Saat itu juga Dina sudah merasa kemarahannya memuncak, dengan tatapan mata Dina yang tajam kearah Niko, ia membantingkan tangannya kea rah meja makan dengan keras ”braakk!!”, Niko terkejut dengan hal yang dilakukan Dina sekaligus malu kepada orang sekitar yang kebetulan suasananya sangat ramai pengunjung mall. Niko segera meraih tangan Dina dengan cepat dan tak mempedulikan raihan tangannya membuat tangan Dina merasa sakit.
            Niko mengajak Dina berjalan melalui lift ke lantai 2 dan duduk di sebuah kursi panjang  dibawah tiang penyangga gedung. “Kenapa sikap kamu kali ini sangat aneh sama aku??!!”, bentak Niko pada Dina, tanpa memikirkan kesabarannya lagi Dina menampar pipi Niko dan disambung dengan bentakan “Apa kamu tak sadar dengan tingkahmu itu?!! Dasar cowok tak punya perasaan!!”, Niko terdiam sambil kebingungan dengan kata-kata Dina ”maksudnya apa sih yang??” tanya Niko kemudian dengan heran. Dina terkejut dengan pertanyaan Niko yang masih belum merasa bersalah meski Dina sudah mengeluarkan kekesalannya. Dengan tamparan yang kedua, Dina menangis di depan Niko “aku kecewa sama kamu, kenapa kamu tak menyadari kesalahanmu yang udah menyakitiku, kamu berani bermesraan dengan cewek lain di depanku tanpa memikirkan kedudukanku sebagai kekasihmu!! DIMANA HATIMU!!!” kata Dina dengan air mata yang membasahi pipinya. Niko tak menyangka kalau Dina akan menangis di depannya karena kelakuannya sendiri, Niko tertunduk memikirkan apa yang sedang terjadi di depannya, dan disaat yang sama Dina juga tertunduk menangis.
            Niko segera meraih tangan Dina dengan perlahan, “maafin semua sikapku, aku merasa bersalah sama kamu, seharusnya kejadian ini tidak boleh terjadi, aku menyesal sudah tak memikirkan perasaanmu sedikit pun, maafin aku yang” kata Niko sambil memohon kepada Dina yang masih saja menangis, “semudah itu kamu meminta maaf sama aku, tapi kenapa sulit sekali kamu menyadari kesalahanmu, aku sudah sangat kecewa sama kamu!” jawab Dina dengan rintihan tangis, Niko hanya terdiam seolah menyesali semua yang terjadi. “Dulu kamu berjanji sama aku akan menjaga perasaanku, tapi apa yang kamu lakuin sekarang sudah membuktikan kalau semua itu omong kosong, aku sayang sama kamu, aku cuma ingin kamu bisa jaga perasaanku” terang Dina pada Niko yang tertunduk diam. “kali ini aku serius berjanji sama kamu gak akan nyakitin perasaan kamu, kalau itu sampai terjadi lagi sama kamu, kamu boleh putusin aku saat itu juga, tapi tolong untuk saat ini beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku, aku minta maaf” kata Niko dengan suara pelan. Dina pun memaafkan semua kesalahan Niko “aku mau memaafkanmu tapi aku gak akan maafin kamu lagi sampai hal itu terjadi lagi, tolong jangan sakiti hatiku lagi” kata Dina sambil menatap Niko. “aku berjanji hal ini tak kan terulang lagi” kata Niko sambil mengusap air mata dipipi Dina yang membuat Dina sekaligus tersenyum kembali pada Niko. Niko menawarkan kelingkingnya pada Dina dan di terima oleh Dina dengan memeluk kelingking Niko dengan kelingkingnya, yang kemudian Niko memeluk erat tubuh Dina sambil berkata “Aku Sayang Kamu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar