Jangan
Sakiti Hatiku
Di sebuah sekolah Dina
menempuh pendidikan dan disitu juga ia menemukan seorang laki-laki yang kini
menjadi kekasihnya. Sering kali Dina merasa ada keanehan pada hubungannya kali
ini, ia merasa berada di antara dua pilihan, memilih untuk mundur tetapi Dina
masih sayang, namun memilih bertahan tetapi ia merasa tidak nyaman. Hal seperti
itu dirasakan Dina karena cintanya tak sebanding dengan keremukan hatinya yang
dihancurkan kekasihnya yang sering kali bermesraan dengan cewek lain meskipun
di depan Dina, kekasihnya bernama Niko, tetapi Dina memanggilnya dengan sebutan
“sayang” . Dina lebih memilih diam dan tak mau buka mulut kepada Niko tentang
kelakuan kekasihnya yang menyakiti hati Dina,
ia ingin Niko merasa sadar diri dengan kelakuannya yang buruk. Di
sela-sela pertemuannya dengan Niko di sebuah mall, Dina terus berdiam diri
tanpa mengucap kata apapun, hingga pada saat makan di sebuah tempat makan dalam
mall Niko belum juga merasa dirinya telah berbuat salah, Niko hanya bertanya pada
Dina “kamu kenapa dari tadi cuma diam aja sih yang??” Dina tetap saja tutup
mulut “ada yang salah yaa dari aku!??, apa kamu gak suka dengan tempat ini?”
Dina merasa ingin membentak Niko tetapi ia juga ingin Niko sadar, dengan wajah
sedikit tertekuk Dina menahan kesabarannya.